Archive for March 30, 2008

CERPEN TENTANG KEKUATAN DAN KELEMAHAN DIRI

Posted in Uncategorized on March 30, 2008 by 4l4nt

Kisah Sukses Seorang Penderita Dyslexia

 

Andi hanya menguasai salah satu dari pelajaran membaca, menulis dan aritmatika. Namun itu tidak menghentikannya untuk menjadi salah satu kisah sukses dalam bisnis. Baginya halaman cetakan selalu menjadi halangan terbesar. Ia gagal dikelas dua karena tidak bisa membaca. Kemampuannya membaca begitu buruk sehingga ia dipindahkan ke kelas khusus. Enam minggu kemudian ia mengikuti tes IQ dan mendapatkan nilai 105 dan ia segera dikeluarkan dari kelas. Dokter memvonisnya terkena penyakit dyslexia, yaitu suatu gangguan koordinasi otak dan mata yang menyulitkanya untuk berkonsentrasi.

 

Meskipun demikian Andi merasa bahwa ia masih nyaman dengan dirinya sendiri karena sebagai seorang anak ia masih bisa bermain catur dengan baik. Ia juga memiliki hasrat yang tinggi terhadap perdagangan. Setelah lulus dengan susah payah Ia diterima bekerja sebagai pegawai disebuah pompa bensin. Namun tak lama kemudian ia dipecat karena selalu salah membaca nota penjualan. Ia kemudian bekerja sebagai tukang cat, namun ia pun dipecat karena tidak bisa menentukan urutan warna cat.

 

Andi akhirnya mencoba untuk kuliah disebuah universitas swasta tapi segera saja kesulitan menghampirinya karena ia diwajibkan untk membaca 17 buku untuk sebuah mata pelajaran. Akhirnya ia hanya bisa lulus dengan nilai D. Andi mencoba mencari bantuan untuk mengatasi kesulitannya dengan meminta bantuan mahasiswa lain untuk menuliskan tugas-tugas kuliahnya.

 

Pada masa itu, mesin foto kopi baru saja mengalami perkembangan teknologi yang sangat pesat. Mesin fotokopi menjadi sangat mudah untuk dioperasikan. Naluri bisnis Andi segera saja terpanggil untuk menjadi seorang pengusaha fotokopi. Dengan uang pinjaman dari keluarganya ia menyewa sebuah kios didekat universitas dan memulai bisnis fotokopi kecil-kecilan. Andi menyadari bahwa ia tidak bisa menangani perawatan mesin-mesin itu sendiri. Ia akhirnya  menemukan seseorang mahasiswa teknik yang bisa mengerjakan perbaikan mesin tersebut.

 

Dalam menjalankan bisnisnya, ia memasang tarif yang lebih rendah dari pada tarif fotokopi ditempat lain. Segera saja bisnisnya berjalan dengan sangat lancar.

 

Untuk terus mengembangkan bisnisnya ia membuka cabang-cabang baru dilokasi dekat kampus yang ramai.  Selain itu, ia juga menerapkan system kemitraan dengan sesama mahasiswa untuk menanamkan modal dalam usaha fotokopi tersebut. Pola kerja yang diterapkan adalah dengan mengembangkan  rasa hormat dan motivasi pada setiap karyawan. Tujuannya adalah agar setiap karyawan mempunyai rasa memiliki yang tinggi.

 

Perkembangan bisnis Andi yang begitu pesat telah menumbuhkan kepercayaan para pemasok meesin fotokopi untuk menjadikan Andi sebagai penyalur tunggal untuk mesin fotokopi merk Xerox. Namun demikian Andi tetap menjalankan bisnis fotokopinya dengan dukungan peraatan yang semakin canggih.

 

Sekarang Andi telah membuka cabang fotokopi dan agen penjualan mesin fotokopi dihampir setiap kota besar dipulau Jawa. Andi telah menunjukan bahwa keterbatasan yang dimilikinya tidak membuatnya patah semangat. Sebaliknya dengan mengeembangkan sifat pantang menyerah dan kesabaran yang tinggi ia telah pengusaha fotokopi yang berhasil.

wuihhh… game nech…(buka di BC5 mu)

Posted in program Alant Junedi.DS on March 30, 2008 by 4l4nt

#include<stdio.h>
#include<conio.h>
#include<dos.h>
#include<stdlib.h>
#include<time.h>

int xp=39,yp=23,xt=1,yt=1,xb=1,yb,yh,hp=3,stg=1,i,cnt=0;
int input,tekan;

void delay(int n) {
int i;

for(i=0; i<n*n*n*5; i++);

}

void loading(int cnt) {
_setcursortype(_NOCURSOR);
clrscr();
textcolor(LIGHTBLUE);
gotoxy(34,8); cprintf(“NOW LOADING”);
textcolor(BROWN);
gotoxy(25,18); cprintf(“==============================”);
gotoxy(24,18); cprintf(“/”);
gotoxy(24,19); cprintf(“|”);
gotoxy(24,20); cprintf(“\\”);
gotoxy(25,20); cprintf(“==============================”);
gotoxy(55,18); cprintf(“\\”);
gotoxy(55,19); cprintf(“|”);
gotoxy(55,20); cprintf(“/”);
textcolor(LIGHTBLUE+BLINK);
gotoxy(31,22); cprintf(“…PLEASE WAIT…”);

for(cnt=0;cnt<30;cnt++) {
textcolor(GREEN);
gotoxy(25+cnt,19); cprintf(“%c”,1);
delay(400);
}
}

void menu(int tekan) {
_setcursortype(_NOCURSOR);
clrscr();
textcolor(CYAN);
gotoxy(2, 6); cprintf(“=== MAIN  MENU ===”);
gotoxy(2, 9); cprintf(“1.   Start Game”);
gotoxy(2,11); cprintf(“2.   View Help”);
gotoxy(2,13); cprintf(“Esc. Quit Game”);
textcolor(CYAN+BLINK);
gotoxy(2,3); cprintf(“WELCOME TO SPACE INVADER”);

tekan=getch();
switch(tekan) {
case’1′ : break;
case’2′ : {
clrscr();
textcolor(GREEN);
gotoxy(2, 2); cprintf(“W     =  Move Up”);
gotoxy(2, 4); cprintf(“S     =  Move Down”);
gotoxy(2, 6); cprintf(“A     =  Move Left”);
gotoxy(2, 8); cprintf(“D     =  Move Right”);
gotoxy(2,10); cprintf(“Enter =  Fire”);
gotoxy(2,13); cprintf(“Esc   =  Quit Game”);
textcolor(GREEN+BLINK);
gotoxy(5,20);
cprintf(“…Press Any Key To Continue…”);
getch();
break;
}
case 27 : exit(10);
}
}

void pesawat(int xp, int yp) {
_setcursortype(_NOCURSOR);
textcolor(RED);
gotoxy(xp,yp-1); cprintf(“*”);
textcolor(LIGHTBLUE);
gotoxy(xp,yp); cprintf(“|”);
gotoxy(xp-1,yp+1); cprintf(“|-|”);
gotoxy(xp-1,yp+2); cprintf(“/ \\”);

}

void gerak(int input) {
_setcursortype(_NOCURSOR);
switch(input) {
case ‘d’ : xp++; break;
case ‘a’ : xp–; break;
case ‘w’ : yp–; break;
case ’s’ : yp++; break;
}
}

void bullet(int xp, int yp) {
_setcursortype(_NOCURSOR);
for(xb=xp,yb=yp-2,yh=yb+1;xb>xt,yb>yt;yb–,yh–) {
gotoxy(xb,yb);
textcolor(RED);
cprintf(“*”);
gotoxy(xb,yh);
printf(” “);
delay(100);
}
}

void kena(int xt, int yt) {
_setcursortype(_NOCURSOR);
hp++;
stg++;
gotoxy(xt,yt);
delay(350);
printf(” “);
printf(“+1 HP”);
delay(350);
}

void main()
{
_setcursortype(_NOCURSOR);
textmode(C80);
loading(cnt);
delay(300);
menu(tekan);
delay(300);
randomize();

do {
fflush(stdin);
xt=random(50)+3;
yt=random(10)+1;

do {
clrscr();
fflush(stdin);
textcolor(YELLOW);
gotoxy(74,22); cprintf(“HP = %d”,hp);
gotoxy(71,24); cprintf(“STAGE = %d”,stg);
pesawat(xp,yp);

if(xp<=2) xp++;
else if(xp>=55) xp–;
else if(yp<=13) yp++;
else if(yp>=22) yp–;

textcolor(LIGHTGREEN);
gotoxy(xt,yt); cprintf(“%c”,2);

input=getch();
gerak(input);

if(input==13) {
bullet(xp,yp);
if(xb==xt && yb==yt) {
kena(xt,yt);
xt=random(50)+3;
yt=random(10)+1;
}
else {
gotoxy(xb,yb-1);
textcolor(LIGHTRED);
cprintf(“-1 HP”);
delay(400);
hp–;
}

}

if(hp==0 || input==27) {
break;
}

if(stg>10) {
break;
}
}
while(input!=27);

clrscr();

if(stg>10) {
textcolor(LIGHTMAGENTA);
gotoxy(30,7); cprintf(“THANK YOU FOR PLAYING”);
getch();
clrscr();
break;
}

else {
textcolor(LIGHTMAGENTA);
gotoxy(36,10); cprintf(“YOU LOSE”);
gotoxy(22,15); cprintf(“DO YOU WANT TO PLAY AGAIN ? … [Y/N]“);
input=getch();
if(input==121) {
clrscr();
hp=3;
stg=1;
continue;
}
else if(input==110) break;

clrscr();
break;
}

}
while(hp>0);
}

Mama Tersayang

Posted in Uncategorized on March 30, 2008 by 4l4nt

TemenQ sayang
MumPung mAmA lo maSih aDa
coba de, saat bEliaU tiduR
saaT maTanya terPejam
Lo taTap wajaHnya 5 menit aja
g uSa lAma2
cobA rasaiN de
klO wajaH beliAu udA g da dsiTu
Rasain lewat Hati lo yg paling dAlem
Lakuin aPapuN yang bs lo lakuKan unTuknya
“SEKARANG”!
bukan 1jam lagi
bukan 1hari lagi
bukan 1bulan lagi
tapi “SEKARANG”

jangan tunggu sampe Beliau uda
mo ninggalin kehidupan kita
penyesalan g dateng duluan
sahabat2ku

there’s a story about
“BETAPA BESAR KASIH MAMA BUAT KITA”

Seorang anak mencari Ibunya dan
mendapatkan ibunya sedang sibuk
menyediakan makan malam di dapur
Kemudian dia mengulurkan
tangannya dan mencari Ibunya dan
mendapatkan ibunya sedang sibuk
menyediakan makan malam di dapur
Kemudian dia mengulurkan
tangannya dan memberikan sehelai
kertas yang sudah ia siapkan sehari sebelumnya
Sang Ibu segera membersihkan
tangan lalu menerima kertas yang
diulurkan oleh anaknyadan
membacanya…
OngKos bantuin MAMA:

1) Bantu pergi ke warung : Rp20.000,00
2) Jagain ade : Rp 20.000,00
3) Buang sampah : Rp 5.000,00
4) Beresin tempat tidur : Rp10.000,00
5) Nyiram bunga : Rp 15.000,00
6) Nyapu halaman : Rp 15.000,00
Total: Rp 85.000,00

Selesai membaca kertas
tersebut…
Sang Ibu hanya tersenyum
memandang anaknya
Si Anak pun tersenyum penuh kemenangan
Lalu Sang Ibu mengambil pena dan
menulis sesuatu dibelakang kertas yang sama
1) OngKos mengandungmu selama 9bulan-GRATIS
2) OngKos menyusuimu, anakku-GRATIS
3) OngKos berjaga malam karena menjagamu-GRATIS
4) OngKos air mata yang menetes karenamu-GRATIS
5) OngKos khawatir krn memikirkan keadaanmu-GRATIS
6) OngKos menyediakan makan, minum, pakaian dan keperluanmu-GRATIS
7) Keseluruhan Nilai Kasihku-GRATIS

Air mata Si Anak berlinang setelah membaca
Si Anak menatap wajah Ibunya,
memeluknya dengan erat dan berbisik
sambil terisak di dekat telinga Ibunya,

“AKU SAYANG SAMA MAMA…UDAH GA
ADA LAGI YANG PERLU DIBAYAR OLEH
MAMA