CERPEN TENTANG KEKUATAN DAN KELEMAHAN DIRI
Kisah Sukses Seorang Penderita Dyslexia
Andi hanya menguasai salah satu dari pelajaran membaca, menulis dan aritmatika. Namun itu tidak menghentikannya untuk menjadi salah satu kisah sukses dalam bisnis. Baginya halaman cetakan selalu menjadi halangan terbesar. Ia gagal dikelas dua karena tidak bisa membaca. Kemampuannya membaca begitu buruk sehingga ia dipindahkan ke kelas khusus. Enam minggu kemudian ia mengikuti tes IQ dan mendapatkan nilai 105 dan ia segera dikeluarkan dari kelas. Dokter memvonisnya terkena penyakit dyslexia, yaitu suatu gangguan koordinasi otak dan mata yang menyulitkanya untuk berkonsentrasi.
Meskipun demikian Andi merasa bahwa ia masih nyaman dengan dirinya sendiri karena sebagai seorang anak ia masih bisa bermain catur dengan baik. Ia juga memiliki hasrat yang tinggi terhadap perdagangan. Setelah lulus dengan susah payah Ia diterima bekerja sebagai pegawai disebuah pompa bensin. Namun tak lama kemudian ia dipecat karena selalu salah membaca nota penjualan. Ia kemudian bekerja sebagai tukang cat, namun ia pun dipecat karena tidak bisa menentukan urutan warna cat.
Andi akhirnya mencoba untuk kuliah disebuah universitas swasta tapi segera saja kesulitan menghampirinya karena ia diwajibkan untk membaca 17 buku untuk sebuah mata pelajaran. Akhirnya ia hanya bisa lulus dengan nilai D. Andi mencoba mencari bantuan untuk mengatasi kesulitannya dengan meminta bantuan mahasiswa lain untuk menuliskan tugas-tugas kuliahnya.
Pada masa itu, mesin foto kopi baru saja mengalami perkembangan teknologi yang sangat pesat. Mesin fotokopi menjadi sangat mudah untuk dioperasikan. Naluri bisnis Andi segera saja terpanggil untuk menjadi seorang pengusaha fotokopi. Dengan uang pinjaman dari keluarganya ia menyewa sebuah kios didekat universitas dan memulai bisnis fotokopi kecil-kecilan. Andi menyadari bahwa ia tidak bisa menangani perawatan mesin-mesin itu sendiri. Ia akhirnya menemukan seseorang mahasiswa teknik yang bisa mengerjakan perbaikan mesin tersebut.
Dalam menjalankan bisnisnya, ia memasang tarif yang lebih rendah dari pada tarif fotokopi ditempat lain. Segera saja bisnisnya berjalan dengan sangat lancar.
Untuk terus mengembangkan bisnisnya ia membuka cabang-cabang baru dilokasi dekat kampus yang ramai. Selain itu, ia juga menerapkan system kemitraan dengan sesama mahasiswa untuk menanamkan modal dalam usaha fotokopi tersebut. Pola kerja yang diterapkan adalah dengan mengembangkan rasa hormat dan motivasi pada setiap karyawan. Tujuannya adalah agar setiap karyawan mempunyai rasa memiliki yang tinggi.
Perkembangan bisnis Andi yang begitu pesat telah menumbuhkan kepercayaan para pemasok meesin fotokopi untuk menjadikan Andi sebagai penyalur tunggal untuk mesin fotokopi merk Xerox. Namun demikian Andi tetap menjalankan bisnis fotokopinya dengan dukungan peraatan yang semakin canggih.
Sekarang Andi telah membuka cabang fotokopi dan agen penjualan mesin fotokopi dihampir setiap kota besar dipulau Jawa. Andi telah menunjukan bahwa keterbatasan yang dimilikinya tidak membuatnya patah semangat. Sebaliknya dengan mengeembangkan sifat pantang menyerah dan kesabaran yang tinggi ia telah pengusaha fotokopi yang berhasil.